WISATA WATU KENDIL DI HAMPARAN BUKIT MENOREH

19 Juni 2010
WISATA WATU KENDIL DI HAMPARAN BUKIT MENOREH

Watu kendil adalah kawasan dengan panorama yang indah dan tak suli untuk menjangkaunya, cukup menumpang andong yang tarifnya Rp 10 ribu untuk sampai ke batas tapal watu kendil yang kas akan panorama indahnya.

Hamparan sawah terlihat hijau menguning. Tertata apik dalam kotak-kotak persawahan. Indah nian dipandang dari ketinggian. Agak serong ke utara, panorama Gunung Merapi, Merbabu, Gunung Sindoro sangat mempesona. Pun dengan Candi Borobudur. Semua pemandangan alam ini makin indah di pagi hari, kala sang surya baru muncul menyingkap kabut, membentuk siluet. Singkat kata, semua kesempurnaan panorama alam ini tak terlukiskan.

Sebenarnya, semua lukisan alam itu paling pas dilihat dari Dusun Butuh. Soalnya dusun ini letaknya paling tinggi di antara dusun lainnya di Perbukitan Menoreh. Idealnya dari kawasan Watu Kendil. Tak sulit ke Watu Kendil. Anda cukup menumpang andong yang tarifnya Rp 10 ribu ke tapal batas Watu Kendil. Dari tapal batas yang dipisahkan jembatan bambu, Anda bisa berjalan kaki. Toh, perjalanan menuju obyek wisata ini tak membosankan. Sebab kiri kanan jalan penuh hamparan pemandangan indah.

Setelah menempuh perjalanan sekitar dua kilometer, Anda sudah sampai di areal Watu Kendil. Di sana Anda akan menjumpai seonggok batu berbentuk kendil--seperti batu ulekan--yang menempel pada sebongkah batu yang lebih besar. Uniknya, batu berbentuk kendil tadi tak pernah jatuh meski terlihat hanya menempel. Dari areal ini Anda juga dapat melihat aliran Sungai Progo yang meliuk-liuk seperti cincin. Indah sekali.

Sesampainya di areal wisata Watu Kendil, Anda juga bisa menyaksikan keindahan tempat rekreasi lainnya di Bukit Menoreh. Di antaranya Watu Tambak, Mata Air Asin, dan Watu Dandang. Di samping itu, Anda juga dapat menjumpai hamparan tanaman pandan atau pandan berduri. Dan masyarakat setempat biasa menggunakan daun tanaman itu untuk membuat berbagai kerajinan tangan seperti tikar, topi, dan hiasan dinding.

Kerajinan tangan produk Watu Kendil biasanya dikerjakan oleh ibu-ibu. Mereka biasa berkumpul dan berkarya di sebuah bangunan yang dijadikan pusat industri kerajinan Watu Kendil. Proses awal pembuatan kerajinan dimulai dengan pemilihan daun pandan. Lantas menghilangkan duri pada daun, memotong sesuai kebutuhan, merebusnya, dan terakhir dijemur buat menghilangkan klorofil hijau daun. Setelah semua urutan dilalui, tinggallah menganyam pandan tadi menjadi berbagai kerajinan tangan. Proses seni tradisional yang satu ini pun dapat Anda saksikan sendiri.