Museum Fosil Sangiran - Sragen.

02 Juni 2010
Museum Fosil Sangiran - Sragen.

Museum sangiran adalah museum arkeologi yang berdekatan dengan area situs fosil purbakala sangiran. Selain menjadi tempat wisata, museum sangiran yang beserta situs arkeologinya menjadi arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan terlengkap se Asia.

Tempat-tempat wisata tentu tidak hanya untuk bersenang-senagn saja, namun juga dapat menambah sebuah pengetahuan kita terhadap sejarah yang pernah terjadi pada masa lampau. Seperti peninggalan sejarah tentang manusia purba, salah satunya adalah museum sangiran.

Museum sangiran adalah museum arkeologi yang berdekatan dengan area situs fosil purbakala sangiran. Situs Sangiran sendiri memiliki luas yang mencapai 56 km² dengan meliputi tiga kecamatan di Sragen, yaitu Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh, serta kecamatan Gondhangrejo yang masuk wilayah kabupaten Karanganyar.

Berada di kaki gunung Lawu (17 km dari kota Solo), situs Sangiran ini berada di dalam kawasan kubah Sangiran yang merupakan bagian dari depresi Solo. Selain menjadi tempat wisata yang menarik, museum sangiran yang beserta situs arkeologinya menjadi arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan terlengkap se Asia.

Di museum Snagiran ini kita dapat memperoleh informasi lengkap mengenai pola kehidupan masyarakat purba kala di pulau Jawa yang menyumbang ilmu pengetahuan  seperti Antropologi, Arkeologi, Geologi, Paleontrhopologi. Untuk pertama kalinya juga, di area situs Sangiran ini ditemukan fosil rahang bawah Pithecantropus erectus (salah satu spesies dalam taxon Homo erectus) oleh arkeolog Jerman, Profesor Von Koenigswald.

Yang lebih menarik lagi, pada area Sangiran ini  pula ditemukan jejak peninggalan yang telah berumur 2 juta hingga 200.000 tahun yang masih dapat ditemukan. Sehingga para ahli dapat merangkai sebuah benang merah sebuah sejarah yang pernah terjadi di Sangiran secara berurutan.
Alamat : Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, provinsi Jawa Tengah, Indonesia.