Triwulan Pertama, Dunia Usaha Jawa Tengah Alami Kelesuan

13 Mei 2013
Triwulan Pertama, Dunia Usaha Jawa Tengah Alami Kelesuan

Tahun 2013 Dunia usaha di Jawa Tengah mengalami penurunan ditriwulan pertama. Penurunan terjadi di sektor perdagangan, hotel, restoran, sektor jasa dan sektor industri pengolahan.

 

Triwulan Pertama di Tahun 2013 Dunia usaha di Jawa Tengah mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya. Penurunan kegiatan usaha terutama terjadi di sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Kemudian diikuti sektor jasa dan sektor industri pengolahan.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Jateng-DIY, Dewi Setyowati menyatakan sesuai hasil survey Kegiatan Dunia Usaha triwulan I/2013, tercatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 14,22% turun menjadi 5,19 poin jika dibandingkan SBT triwulan sebelumnya yang mencapai 19,41%.
“Penurunan kegiatan usaha disebabkan oleh faktor siklus musiman, yang mengakibatkan menurunnya pola permintaan masyarakat pada awal tahun, pasca perayaan natal dan tahun baru kemarin,” katanya
Seiring dengan menurunnya dunia usaha itu, ternyata kapasitas produksi para pelaku usaha juga turun. Yakni tercatat, 73,96% lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 75,97%. “Akibatnya kondisi keuangan pelaku usaha juga menurun,” tambahnya.
Meski dunia usaha mengalami penurunan, ternyata tidak berlaku di kegiatan usaha sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan. “Justru sektor ini mengalami kenaikan kegiatan usaha yang cukup signifikan,” tambahnya
Tercatat sektor ini mengalami kenaikan mencapai 1,66% atau nai 1,61 point dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 0,05%. “Rata-rata kenaikan terjadi di sub sektor tanaman pangan. Kenaikan kegiatan usaha ini terkait musim panen yang berlangsung di beberapa daerah Jawa Tengah pada Februari-Maret 2013,” tutupnya. nur/lensaindonesia/jatengpromo.com


Triwulan Pertama di Tahun 2013 Dunia usaha di Jawa Tengah mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya. Penurunan kegiatan usaha terutama terjadi di sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Kemudian diikuti sektor jasa dan sektor industri pengolahan.


Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Jateng-DIY, Dewi Setyowati menyatakan sesuai hasil survey Kegiatan Dunia Usaha triwulan I/2013, tercatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 14,22% turun menjadi 5,19 poin jika dibandingkan SBT triwulan sebelumnya yang mencapai 19,41%.


“Penurunan kegiatan usaha disebabkan oleh faktor siklus musiman, yang mengakibatkan menurunnya pola permintaan masyarakat pada awal tahun, pasca perayaan natal dan tahun baru kemarin,” katanya
Seiring dengan menurunnya dunia usaha itu, ternyata kapasitas produksi para pelaku usaha juga turun. Yakni tercatat, 73,96% lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 75,97%. “Akibatnya kondisi keuangan pelaku usaha juga menurun,” tambahnya.


Meski dunia usaha mengalami penurunan, ternyata tidak berlaku di kegiatan usaha sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan. “Justru sektor ini mengalami kenaikan kegiatan usaha yang cukup signifikan,” tambahnya


Tercatat sektor ini mengalami kenaikan mencapai 1,66% atau nai 1,61 point dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya 0,05%. “Rata-rata kenaikan terjadi di sub sektor tanaman pangan. Kenaikan kegiatan usaha ini terkait musim panen yang berlangsung di beberapa daerah Jawa Tengah pada Februari-Maret 2013,” tutupnya.[nur/lensaindonesia/jatengpromo.com]