GERAI BARANG BEKAS "BOKAI"

23 November 2011
GERAI BARANG BEKAS

Jaman sekarang, berbelanja barang bekas ternyata menyenangkan. Kadang-kadang menemukan barang bagus yang kita butuhkan dengan harga super murah. Apalagi jika ketemu barang antik.

Dulu, yang namanya barang bekas, kecuali kendaraan bermotor dan rumah, sering hanya dipandang sebelah mata. Bahkan cenderung hanya menjadi sampah. Ketika diperjual-belikan pun, paling juga hanya tukang rombeng yang mau menyentuhnya. Namun sekarang, kondisinya berbeda. Segala macam barang bekas cenderung naik kasta dan banyak diminati, termasuk oleh orang-orang papan atas.

Peluang ini yang secara jeli ditangkap oleh Lukas Yunus, warga Magelang, sebagai ajang bisnis yang lumayan menguntungkan. Tahun 2007, Ia lantas membuka gerai yang diberinya nama BOKAI alias batang bosan pakai di Jl Sriwijaya No 3A Magelang. Di dalam bangunan seluas lebih kurang 200 meter persegi ini, dijual aneka barang bekas dari yang nilainya dari ribuan hingga jutaan rupiah.

Mulai dari kaset-kaset musisi lawas, regulator gas, elektronik, meubelair, peralatan bengkel seperti kompresor, gerinda, mesin bor, sepeda kayuh, mesin jahit, oven dan masih banyak lagi barang bekas lainnya yang ada di gerai BOKAI.

Awalnya, barang-barang bekas yang dipajang di gerainya hanyalah barang-barang titipan. BOKAI hanya mengambil keuntungan antara 10-15% dari harga. Namun ketika lama-lama dirasakan koleksi barang bekasnya hanya sedikit, Lukas kemudian memberanikan diri untuk membeli sendiri barang-barang bekas dari pemiliknya.

“Perlu kejelian dan ketelitian untuk memilih barang, terutama barang-barang elektronik. Jangan sampai barang dagangan yang saya beli kondisinya sudah sangat parah sehingga tidak bisa dipakai lagi,” ujar Lukas.

Sejauh ini, menurutnya animo masyarakat cukup tinggi. Selain berusaha mendapatkan barang-barang kebutuhan dengan harga miring, beberapa konsumen sengaja membeli barang bekas dari BOKAI sebagai koleksi, lantaran nilai antiknya. Anda tertarik juga untuk berbelanja barang bekas, coba saja kunjungi gerai milik Lukas ini. (Japro)