MASKOT VOLKSWAGEN CLUB MAGELANG

21 November 2011
MASKOT VOLKSWAGEN CLUB MAGELANG

Rasa cinta yang begitu mendalam, penuh perjuangan dan pengorbanan, membuahkan hasil yang luar biasa. Inilah maskot Volkswagen Club Magelang, VW Karmann Ghia 1963.

Kalau sudah jatuh cinta, apapun pasti rela dilakukan. Hukum ini tak hanya berlaku pada cinta amor, alias percintaan antar manusia, melainkan juga kecintaan terhadap sebuah barang. Seperti yang dilakukan oleh Santoso, warga Karet, Magelang terhadap Volkswagen Karmann Ghia buatan tahun 1963 miliknya.

Saat pertama kali didapat, kondisi mobilini sangat memprihatinkan. Keropos di sana-sini dan sejumlah komponen bodi yang tak lengkap lagi. Namun karena rasa cintanya yang sangat besar, terhadap mobil buatan Negara Adolf Hitler, ia tak berpikir lama untuk memboyongnya ke Magelang dan mulai melakukan perbaikan.

Restorasi di sector mesin tak mengalami kesulitan, karena onderdilnya sangat mudah diperoleh. Namun saat hendak mengembalikan tampilan fisik si Karmann, ternyata beberapa parts body sangat sulit ditemukan di negeri ini. Akhirnya ia terpaksa kontak dengan komunitas penggemar VW terbesar di dunia, yang bermarkas di California, Amerika Serikat.

Dari teman-teman sesame penggemar VW di California inilah, sejumlah komponen bodi VW Karmann Ghia miliknya menjadi lengkap. Antara lain kaca spion luar, sepasang gril depan, serta beberapa parts body lainnya. Kini, si Karmann merah ini telah tampil cantik dan sexy. Bahkan saking cantiknya, sampai-sampai dinobatkan sebagai maskotnya Volkswagen Club Magelang (VCM).

Mungkin memang tidak terlalu berlebihan jika mobil ini dipilih menjadi mascot. Apalagi menurut Santoso, Karmann Ghia miliknya ini pernah hendak dipinang oleh salah seorang kolektor mobil antik asal Bali, dengan mahar yang sangat fantastis. Yakni Rp 300 juta.

“Kalau saya sudah dapat pengganti tipe yang sama dalam kondisi bahan, mungkin baru akan saya lepas,” kata Santoso. (Japro)