SITUS KERATON AMBARKETAWANG YANG TERPINGGIRKAN

18 November 2011
SITUS KERATON AMBARKETAWANG YANG TERPINGGIRKAN

Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa keraton Sultan Mataram pertama, di era Sultan Hamengku Buwono I, setelah pecah dengan Kasunanan di Solo, justru terletak di Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman.

 

 

Saat Mataram pecah menjadi Kasultanan (Yogyakarta) dan Kasunanan (Solo) pada tahun 1755, Hamengku Buwono I membangun keraton pertamanya di Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Sleman. Namun kini bangunan keraton di Ambarketawang itu nyaris tak berbentuk lagi, dan hanya menyisakan puing-puing.

Bagian yang masih tersisa hanya berupa sebagian dinding benteng di sisi barat, selatan dan utara. Tembok yang terbuat dari batu merah yang dipasang melintang, setingi 3 meter dan tebal 50 cm. Tembok di sisi barat masih tersisa sepanjang 57,61 meter. Terdapat relief sayap burung, namun hanya tinggal sebagian saja. Sedangkan di sisi selatan masih menyisakan dinding dengan ketebalan yang sama sepanjang 20,20 meter. Sementara tembok yang membujur utara-selatan di sisi timur, nyaris tak tersisa lagi.

Selain dinding benteng, juga ditemukan sisa-sisa bangunan yang juga terbuat dari batu bata. Seluruhnya terdapat tiga kelompok bangunan. Masing-masing di sisi barat membujur utara-selatan sepanjang lebih kurang 8 meter, kemudian bangunan kedua berukuran 6 x 1 meter terletak di sisi utara bangunan pertama. Bangunan ketiga berbentuk huruf L dengan panjang 15 meter. Pada bangunan ketiga ini masih ditemukan sisa-sisa lantai yang sudah tidak beraturan.

Juga terdapat sisa bangunan kandang kuda atau kestalan, berupa dinding tembok yang berjarak sekitar 100 meter dari komplek keraton. Sementara 180 meter arah barat daya komplek keraton, juga didapati sisa-sisa bangunan kademangan.

Situs ini dapat ditempuh melalui Jalan Raya Yogya-Wates ke arah barat. Setelah sampai di perempatan setelah Rumah Makan Mbok Berek, berbelok ke kiri atau kea rah selatan dan mengikuti papan penunjuk arah menuju lokasi. (Japro)