CANTIK DAN TAMPAN BERKAT PARIJOTHO

15 November 2011
CANTIK DAN TAMPAN BERKAT PARIJOTHO

Konon, jika ada seorang ibu hamil yang mengkonsumsi buah Parijotho, anaknya akan terlahir cantik jelita dan tampan rupawan

 

Jika anda kebetulan tengah berziarah ke makam Sunan Muria atau sekadar berjalan-jalan di kawasan wisata Colo, Kudus, cobalah untuk membeli buah parijotho. Buah berwarna merah keunguan ini bisa anda berikan sebagai oleh-oleh kepada keluarga, kerabat maupun tetangga yang tengah hamil.
Karena menurut kepercayaan warga setempat, konon ibu hamil yang memakan buah parijotho, jika kelak ia melahirkan anak maka apabila anaknya perempuan akan cantik jelita dan apabila laki-laki akan tampan rupawan. 
Bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya, buah ini umumnya dijadikan pelengkap dalam ritual mitoni, atau upacara tujuh bulanan usia kehamilan. Biasanya buah parijotho yang rasanya asam ini, dibuat rujak dengan buah-buahan lain seperti delima, mangga, kedondong dan lain-lain. Pilih buah parijotho yang masih berwarna muda. Karena yang sudah tua dan berwarna ungu gelap, rasanya cenderung pahit.
Meski tanaman Parijotho ini banyak tumbuh di lereng Gunung Muria bagian atas, namun tidaklah sulit untuk bisa mendapatkannya. Karena buah ini banyak dijajakan oleh para pedagang makanan di kawasan wisata Colo, terutama pada bulan Maret hingga Mei. Pandai-pandai pula menawar, karena kadang-kadang ditawarkan dengan harga tinggi.
Selain mitos tersebut, buah parijotho ini juga memiliki banyak manfaat dan khasiat. Antara lain dapat digunakan sebagai obat sariawan dan diare. Bahkan buah ini diklaim mengandung saponin, yakni detergen alami yang efektif untuk anti bakteri dan menurunkan kadar kolesterol. (Japro)

Jika anda kebetulan tengah berziarah ke makam Sunan Muria atau sekadar berjalan-jalan di kawasan wisata Colo, Kudus, cobalah untuk membeli buah Parijotho. Buah berwarna merah keunguan ini bisa anda berikan sebagai oleh-oleh kepada keluarga, kerabat maupun tetangga yang tengah hamil.

Menurut kepercayaan warga setempat, konon ibu hamil yang memakan buah Parijotho, jika kelak ia melahirkan anak maka apabila anaknya perempuan akan cantik jelita dan apabila laki-laki akan tampan rupawan. 

Bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya, buah ini umumnya dijadikan pelengkap dalam ritual mitoni, atau upacara tujuh bulanan usia kehamilan. Biasanya buah Parijotho yang rasanya asam ini, dibuat rujak dengan buah-buahan lain seperti delima, mangga, kedondong dan lain-lain. Pilih buah yang masih muda. Karena yang sudah tua dan berwarna ungu gelap, rasanya cenderung pahit.

Meski tanaman Parijotho ini banyak tumbuh di lereng Gunung Muria bagian atas, namun tidaklah sulit untuk bisa mendapatkannya. Karena buah ini banyak dijajakan oleh para pedagang makanan di kawasan wisata Colo, terutama pada bulan Maret hingga Mei. Pandai-pandai pula menawar, karena kadang-kadang ditawarkan dengan harga tinggi.

Selain mitos tersebut, buah Parijotho ini juga memiliki banyak manfaat dan khasiat. Antara lain dapat digunakan sebagai obat sariawan dan diare. Bahkan buah ini diklaim mengandung saponin, yakni detergen alami yang efektif untuk anti bakteri dan menurunkan kadar kolesterol. (Japro)